Showing posts with label Lentera FM. Show all posts
Showing posts with label Lentera FM. Show all posts

Saturday, 2 February 2013

Tandai Kominot Dua Arah, Kepala Dinhubkominfo Copot Rambu Forbidden

Purbalingga - Tepat pukul 00.00 Kamis dini hari (17/1/2013), Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Purbalingga Drs Yonathan Eko Nugroho MHum mencopot rambu forbidden atau larangan masuk jalan Komisaris Noto Sumarsono (Kominot). Pencopotan plang forbidden di pertigaan komplek Taman Kota Usman Janatin, sebagai tanda diberlakukannya Jl Kominot sebagai jalur dua arah tanpa batas waktu.
"Pencopotan rambu menandai pemberlakuan Perbub no. 63 tahun 2013 tentang penerapan arus lalu lintas dua arah tanpa pembatasan waktu pada ruas jalan Kominot. Mulai Kamis ini, resmi dua arah," kata Yonathan saat memimpin langsung peresmian dan pencopotan rambu disaksikan sejumlah warga sekitar jalan itu.

Friday, 1 February 2013

9 RADIO DI PURBALINGGA BELUM KANTONGI ISR

Dari sembilan stasiun radio siaran di kabupaten Purbalingga, sampai hari ini belum ada yang menggantongi Ijin Siaran Radio (ISR). Sembilan stasiun radio tersebut, 7 radio Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK), serta dua Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPL). Berdasarkan data yang diterima Bidang Kominfo Dinhubkominfo Purbalingga dari Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) Jawa Tengah, belum ada yang sudah mencapai tahap Ijin Siaran Radio (ISR). Untuk yang mendekati ISR, PT Gita Nusantara atau Radio 99, dari data di KPID sudah masuk dalam tahap Ijin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP). Tiga radio lain Al Mansuroh, Raka FM dan SBS sudah dalam tahap Evaluasi Dengar Pendapat (EDP). Vica FM dalam tahap Evaluasi Ujicoba Siaran Radio (EUCS). Untuk tahap ini hanya berlangsung selama 6 bulan, dan setelahnya akan keluar ISR. Kepala Dinhubkominfo melalui Kasie Komunikasi dan Diseminasi Informasi Baryati, S.Kom., saat melakukan monitoring perijinan dan pembinaan di sebuah stasiun radio di Kecamatan Karanganyar pagi tadi mengatakan, proses ijin pendirian stasiun radio ini sangat rumit dan memerlukan waktu panjang. Disamping itu, pihak yang mengurus ijin harus bolak-balik ke KPID di Semarang maupun Kementrian Kominfo di Jakarta. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit. Sehingga dimaklumi bila banyak stasiun radio siaran yang masih dalam tahap proses perijinan. Dijelaskan Baryati, monitoring dan pembinaan stasiun radio ini dilakukan agar standart program siaran sesuai peraturan Komisi Penyiaran. Disamping itu untuk memberikan informasi tentang pembatasan lagu-lagu dengan lirik berkonotasi porno, agar dibatasi jam tayangnya Khusus untuk pembinaan bagi Radio Lentera dan Rangga, Baryati menekankan untuk memproses terlebih dahulu perijinan di tingkat lokal Purbalingga yang dapat dilayani oleh KPMPT. Diantaranya ijin gangguan (HO), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) serta SIUP. Baryati berharap, Kelompok Pemantau Isi Siaran yang dibentuk KPID untuk aktif memantau program siaran radio di Purbalingga dan melaporkan ke KPID bila terdapat materi maupun program siaran yang tidak pas dan melanggar etika...

sumber: http://dinhubkominfo.purbalinggakab.go.id

Sunday, 15 July 2012

Ikuti Puncak Harlah Ansor Ke-78, PC GP Ansor Purbalingga Kirim 1165 Kader Penggerak NU


Perbalingga (gp-ansor.org)- Dalam rangka menyukseskan Puncak Hari Lahir GP Ansor yang ke 78, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purbalingga siap mengirim 1165 Kader Penggerak NU menuju Stadion Manahan Solo, Senin 16 Juli 2012 dengan menggunakan 20 Armada Bus , yang Insya Allah akan dilepas langsung oleh Kapolres Purbalingga, demikian ungkap Ulil Archam ketua PC GP Ansor Purbalingga. Kader Penggerak NU yang dikirim terdiri dari 1085 Banser dan 80 Pengurus Ansor.
Lebih lanjut dikatakan bahwa acara ini menunjukan bahwa kami siap mengawal dan mempertahankan NU dari segala gempuran-gempuran yang dilakukan oleh organisasi Islam transnasional yang mengarah pada pengkafiran dan pemusyrikan amalan-amalan NU. Bukan hanya amalan-amalan NU yang di serang tetapi sudah mengarah pada pengusungan ide khilafah dan pendirian Negara Islam, oleh karenanya kami akan berjuang sekuat tenaga tetap mempertahankan akidah Aswaja Annahdliyah yang telah menyatakan komitmen bahwa NKRI adalah harga mati.

Harlah, GP Ansor Kampanyekan Islam yang Ramah dan Terbuka


Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, mengatakan bahwa kegiatan Hari Lahir Ke-78 GP Ansor yang dipusatkan di Kota Solo untuk mengampanyekan Islam yang terbuka dan ramah kepada masyarakat Jawa Tengah.

“Kami sering mendengar Kota Solo, Islam modelnya yang keras-keras saja sehingga perlu mengampanyekan Islam yang ramah moderat, toleran, dan inklusif,” kata Nusron Wahid di Solo, Sabtu.

Wednesday, 21 March 2012

Lentera TOP Hits


Lagu Pop Indonesia baru & terbaru, dengerin LENTERA INDO HIT'S setiap hari, start 19.00 dan finish 21.00 WIB

Nasida Ria



yang selalu menjadi kenangan sepanjang masa, dengan iraman yang khas, syair yang mendendangkan tentang dunia, alam semesta, keagungan Tuhan, serta kehidupan.... GROUP NASIDARIA asal semarang bisa di dengar di Radio LenteraFm Karanganyar setiap sore Pk. 18.00 - 19.00 WIB

INFO :
Sering kali kita mendengar, bahkan menyanyikan sendiri lagu Perdamaian yang dipopulerkan group band GIGI, atau lagu Kota Santri yang dilantunkan penyanyi Diva Indonesia Krisdayanti.

Namun, sama sekali tidak disadari, kedua lagu tersebut merupakan rujukan lagu-lagu Kasidah Modern yang sebelumnya telah dipopulerkan oleh group musik Nasida Ria asal Semarang yang hingga kini masih melegendaris.

Group musik Kasidah Modern ini berdiri 1975 di Kauman Semarang yang hingga kini telah menelurkan 34 album berbahasa Indonesia dan dua album berbahasa Arab. Album perdana, Alabaladil Makabul, diproduksi 1978 di bawah PT Ira Puspita Record yang dipasarkan di dalam dan luar negeri.

Nasida Ria berawal dari grup rebana yang berkat inovasi dan kreasi Mudrikah Zain, grup ini memiliki genre tersendiri, dengan ciri khasnya berupa artis dan musisi pendukung yang terdiri dari wanita berjilbab.

Jika Kasidah Rebana lebih dominan menyanyikan lagu-lagu irama padang pasir, Nasida Ria mencoba mendobrak khasanah musik berirama serupa dengan kreasi yang dipadukan syair dan lagu berbahasa Indonesia.

Oleh Arief Novianto
Kontributor Bisnis Indonesia