Showing posts with label Sejarah Kyai NU. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Kyai NU. Show all posts

Tuesday, 7 May 2019

Esensi Puasa: Pengendalian Diri


Kewajiban puasa bagi umat Islam di bulan Ramadhan dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183. Namun, Allah dalam firmannya tersebut juga menyebut bahwa puasa juga telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu sebelum risalah dan syariat Islam (pra-Islam) dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tersebut terdapat pada potongan ayat, kama kutiba 'alal ladzina min qablikum (Sebagaimana diwajibkan atas (umat-umat) yang sebelum kamu).

Muhammad Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat (2000) menyebut bahwa seseorang dapat bertanya mengapa puasa menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu dan umat Islam hingga kini? Manusia memiliki kebebasan bertindak untuk memilih dan memilah aktivitasnya, termasuk dalam hal ini, makan, minum, dan berhubungan seks.

Saturday, 23 June 2012

Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari


Jombang l933. Terjadi dialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy'ari dengan KH Mohammad Cholil, gurunya. "Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan," kata Mbah Cholil, begitu kiai dari Madura ini populer dipanggil. Kiai Hasyim menjawab, "Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru salah raba berguru pada saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan, akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya." Tanpa merasa tersanjung, Mbah Cholil tetap bersikeras dengan niatnya. "Keputusan dan kepastian hati kami sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar di sini, menampung ilmu-ilmu Tuan, dan berguru kepada Tuan," katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya, Kiai Hasyim tidak bisa berbuat lain selain menerimanya sebagai santri.