Showing posts with label Ansor. Show all posts
Showing posts with label Ansor. Show all posts

Tuesday, 7 May 2019

Esensi Puasa: Pengendalian Diri


Kewajiban puasa bagi umat Islam di bulan Ramadhan dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183. Namun, Allah dalam firmannya tersebut juga menyebut bahwa puasa juga telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu sebelum risalah dan syariat Islam (pra-Islam) dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tersebut terdapat pada potongan ayat, kama kutiba 'alal ladzina min qablikum (Sebagaimana diwajibkan atas (umat-umat) yang sebelum kamu).

Muhammad Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat (2000) menyebut bahwa seseorang dapat bertanya mengapa puasa menjadi kewajiban bagi umat-umat terdahulu dan umat Islam hingga kini? Manusia memiliki kebebasan bertindak untuk memilih dan memilah aktivitasnya, termasuk dalam hal ini, makan, minum, dan berhubungan seks.

Wednesday, 11 February 2015

GP Ansor tolak Tes Keperawanan

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (9/2/2015), mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Mereka menolak rencana tes keperawanan dan keperjakaan yang akan dimasukkan ke rancangan peraturan daerah (perda) “Akhlakul Karimah”.
Saat tiba di gedung dewan, anggota Banser itu ditemui anggota Komisi D dan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi. Menurut Wakil Ketua GP Ansor Jember, Hafit Ali, praktik tes keperawanan akan menimbulkan diskiriminasi di kalangan perempuan. Sebab, akan sulit untuk melakukan tes serupa terhadap kaum pria.
“Tes serupa hampir tidak mungkin dilakukan terhadap laki-laki, sehingga secara sosiologis simbol kesucian dibebankan kepada perempuan, bukan laki-laki. Kondisi selaput dara dengan mudahnya dijadikan pembeda, sehingga muncul sebuah stigma antara perempuan baik-baik dan perempuan nakal,” imbuh dia.

Wednesday, 4 February 2015

GUSDUR dan SANTRI

Santri     : "Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!"
Gus Dur : "Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang."
Santri     : "Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?"
Gus Dur : "Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya."
Santri   : "Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?"
Gus Dur : "Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi."
Santri     : "Anti-aging gitu, Gus?"
Gus Dur : "Iya. Pokoknya kekal."
Santri     : "Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya."
Gus Dur : "Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam."
Santri     : "Maksudnya senior apa, Gus?"
Gusdur   : "Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa."
Santri      : "Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?"

Sunday, 15 July 2012

Ikuti Puncak Harlah Ansor Ke-78, PC GP Ansor Purbalingga Kirim 1165 Kader Penggerak NU


Perbalingga (gp-ansor.org)- Dalam rangka menyukseskan Puncak Hari Lahir GP Ansor yang ke 78, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purbalingga siap mengirim 1165 Kader Penggerak NU menuju Stadion Manahan Solo, Senin 16 Juli 2012 dengan menggunakan 20 Armada Bus , yang Insya Allah akan dilepas langsung oleh Kapolres Purbalingga, demikian ungkap Ulil Archam ketua PC GP Ansor Purbalingga. Kader Penggerak NU yang dikirim terdiri dari 1085 Banser dan 80 Pengurus Ansor.
Lebih lanjut dikatakan bahwa acara ini menunjukan bahwa kami siap mengawal dan mempertahankan NU dari segala gempuran-gempuran yang dilakukan oleh organisasi Islam transnasional yang mengarah pada pengkafiran dan pemusyrikan amalan-amalan NU. Bukan hanya amalan-amalan NU yang di serang tetapi sudah mengarah pada pengusungan ide khilafah dan pendirian Negara Islam, oleh karenanya kami akan berjuang sekuat tenaga tetap mempertahankan akidah Aswaja Annahdliyah yang telah menyatakan komitmen bahwa NKRI adalah harga mati.

Harlah, GP Ansor Kampanyekan Islam yang Ramah dan Terbuka


Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, mengatakan bahwa kegiatan Hari Lahir Ke-78 GP Ansor yang dipusatkan di Kota Solo untuk mengampanyekan Islam yang terbuka dan ramah kepada masyarakat Jawa Tengah.

“Kami sering mendengar Kota Solo, Islam modelnya yang keras-keras saja sehingga perlu mengampanyekan Islam yang ramah moderat, toleran, dan inklusif,” kata Nusron Wahid di Solo, Sabtu.