Wednesday, 11 February 2015

Sayembara Logo Muktamar NU

Panitia Muktamar NU ke-33 mempersilakan masyarakat untuk mengirimkan karya berupa logo menarik yang menggambarkan semangat Muktamar NU 2015.
Panitia menerima kiriman logo paling lambat pada 15 Februari 2015. Pihak panitia sudah menyediakan hadiah bagi pemilik logo yang dinilai mendekati kriteria yang ditentukan.
Demikian dikatakan Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf usai memimpin rapat kepanitian Muktamar NU 2015 sebagaimana dikutip dari NU Online di Jakarta, Jumat (23/01/2015) sore.
“Pengirim logo harus menerangkan makna dari simbol-simbol yang mereka sematkan pada logo tersebut,” kata H Slamet.

Yang Terbaik di Tengah

Oleh KH Abdurrahman Wahid
Judul diatas diilhami oleh sabda Nabi Muhammad SAW: “ Sebaik-baik persoalan adalah yang berada ditengah “ (khairul-umûri ausâthuha). Ia juga mencerminkan Pandangan agama Budha tentang “jalan tengah” yang dicari dan diwujudkan oleh penganut agama tersebut. Walaupun demikian, judul itu dimaksudkan untuk mengupas sebuah buku karya, tokoh Syi’ah terkemuka Dr. Musa Al Asy’ari, “Menggagas Revolusi Kebudayaan Tanpa Kekerasan” –dalam sebuah diskusi di kampus Universitas Darul Ulum Jombang, beberapa waktu lalu, katakanlah sebagai sebuah resensi, yang juga menunjukan kecenderungan umum mengambil “jalan tengah” yang dimiliki bangsa kita, dan mempengaruhi kehidupan di negeri ini.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari, sikap mencari jalan tengah ini, akhirnya berujung pada sikap mencari jalan sendiri di tengah-tengah tawaran penyelesaian berbagai persoalan yang masuk ke kawasan ini. Namun, sebelum menyimpulkan hal itu, terlebih dahulu penulis ingin melihat buku itu dari kacamata sejarah yang menjadi jalan hidup banyak peradaban dunia. Kalau kita tidak pahami masalah tersebut dari sudut ini, kita akan mudah menggangap “jalan tengah” sebagai sesuatu yang khas dari bangsa kita, padahal dalam kenyataannya tidaklah demikian.

Saturday, 7 February 2015

19 Desa Kosong Kepala Desa

Saat ini kekosongan jabatan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Purbalingga jumlahnya semakin bertambah, berdasarkan data yang ada di Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Purbalingga, pada akhir tahun 2014 sebanyak  16 Kades yang akhir masa jabatan (AMJ) sudah habis  dan diisi oleh penjabat (pj) kades. Dari jumlah tersebut mereka sudah diberhentikan sudah memasuki purna tugas dengan masa bakti enam tahun, serta satu kades masa bakti 10 tahun.
“Dan memasuki bulan Maret 2015 mendatang, ada sekitar tiga kades yang memasuki AMJ, yaitu kades Babakan Kecamatan Kalimanah, kades Gemuruh Kecamatan Padamara dan kades Karangjambu Kecamatan Karangjambu. Sehingga total kekosongan jabatan kades di Purbalingga ada 19,”tutur Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Purbalingga Imam Hadi Jum’at (6/2/2015).
Untuk itu, tambah Imam, saat ini sejumlah desa yang kadesnya mengalami kekosongan sudah diisi oleh pejabat kades. Dari 16 pj kades, mereka sudah melaksanakan tugas sejak  Maret tahun 2014 lalu.Sedangkan masa jabatan pj kades adalah enam bulan, dan dan apabila sudah habis tapi belum ada kades definitif dapat diperpanjang.